Hai Bunda… ketemu lagi dengan saya. Oke kali ini saya akan sedikit mengulas tentang suatu hal yang sangat intim. Topik yang akan saya bahas kali ini mestilah diketahui oleh para Bunda sekalian untuk kemudian di informasikan kepada suami. Dalam aturan agama telah ditentukan bahwa saat seorang wanita menstruasi tidak boleh melakukan hubungan badan suami istri. Jika melakukan hal demikian disaat menstruasi maka hukumnya berdosa, karena melanggar aturan agama. Selain itu setelah ditilik lebih dalam lagi larangan berhubungan intim saat menstruasi juga mengandung maksud tersembunyi, yakni melindungi kesehatan organ intim wanita. Apa alasannya? mari kita tengok (maaf ya, kalau nanti pembahasannya agak vulgar).
Perlu diketahui Bunda, saat kondisi normal kondisi vagina wanita asam. Bahkan memiliki tingkat keasaaman yang sangat tinggi ( tidak usah diukur pakai kertak lakmus ya Bun…hehe). Hal ini mengandung maksud untuk melindungi organ intim wanita dari bahaya bakteri / kuman dari luar. Dilain pihak organ penis pada pria banyak tertempel kuman yang tidak kasat mata. Jika terjadi hubungan intim,vagina akan melakukan sterilisasi secara otomatis untuk membunuh kuman-kuman yang masuk melalui penis. Adapun sperma yang dilepaskan jika ia tidak bergerak dengan cepat maka ia akan mati karena terkena kondisi yang asam tersebut. Jadi perlu diacungi jempol bagi sperma yang telah berhasil menembus sel telur dan jadilah kita ini.
Saat seorang wanita mengalami haid / menstruasi, maka kondisi vagina wanita dalam keadaan basa. Hal ini memudahkan banyak kuman masuk kedalam rahim. Maka jika dilakukan hubungan intim anatara suami istri tentunya maka sudah dapat dipastikan akan banyak kuman yang masuk kedalam rahim dan pada akhirnya berakibat negatif. Meski penis laki-laki sudah dicuci pakai sabun tetap akan berbahaya. Karena selain alasan tersebut diatas juga pada saat mestruasi dinding rahim mengalami pengelupasan (luka), sehingga berbahaya jika kondisi demikian masih “dipaksakan dari luar”.
Kenapa agama melarang? sudah pasti agama ingin menyelamatkan ummatnya. Jika kita adalah ummat Islam yang baik, yang mengamalkan apa yang dianjurkan agama dan meninggalkan apa yang dilarang agama, tentu ini akan berdampak positif dalam diri dan hidup kita tentunya. Oke, sekian dulu uraian dari saya ya Bun… semoga kita tergolong ummat yang mendapat ridlo Nya. Amiin.
Salam sukses dari saya untuk para Bunda dan keluarga Indonesia…

MENTAL HECTIC (sebut saja MH). Istilah ini belakangan agak menjadi trending topics di banyak kalangan pemerhati perkembangan anak dan dunia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Bagaimana tidak, gara-gara istilah ini banyak orangtua yang jadi bimbang untuk menyekolahkan putra-putrinya di sekolah. Lho kok bisa?! Karena beberapa pakar berpendapat bahwa pelajaran calistung (baca, tulis, hitung) menjadi salah satu penyebab anak mengalami mental hectic. wiihhh! 😛